<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bayi Balita &#187; Balita 4 tahun</title>
	<atom:link href="http://bayibalita.com/category/balita4tahun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bayibalita.com</link>
	<description>Teman Ibu dalam mengasuh bayi dan balita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Feb 2013 00:43:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>10 Tips Berwisata ke Kebun Binatang</title>
		<link>http://bayibalita.com/2012/08/10-tips-berwisata-ke-kebun-binatang/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2012/08/10-tips-berwisata-ke-kebun-binatang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2012 09:15:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamakenzieworkathome</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 5 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=1202</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan anak-anak menyukai binatang, mereka akan sangat senang jika Anda mengajak langsung melihat hewan-hewan yang biasanya hanya mereka lihat dari gambar atau layar kaca. Tapi kadang anak-anak, terutama balita bertingkah tidak menentu di tempat-tempat baru misalnya saat Anda mengajaknya berwisata ke kebun binatang atau tempat rekreasi lainnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/08/toddler-at-zoo-dad.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1207" title="toddler-at-zoo-dad" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/08/toddler-at-zoo-dad-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Kebanyakan anak-anak menyukai binatang, mereka akan sangat senang jika Anda mengajak langsung melihat hewan-hewan yang biasanya hanya mereka lihat dari gambar atau layar kaca. Tapi kadang anak-anak, terutama balita bertingkah tidak menentu di tempat-tempat baru misalnya saat Anda mengajaknya berwisata ke kebun binatang atau tempat rekreasi lainnya. Berikut ini 10 tips yang bisa Anda praktekkan saat Anda mengajak si kecil bertamasya di kebun binatang.</p>
<p>1. Pilih Warna Baju Keluarga: Anda bisa menentukan bersama-sama warna baju apa yang akan dipakai saat pergi ke kebun binatang nanti. Misalnya si kecil memakai pakaian dan topi yang sama dengan ayahnya. Pilihlah warna-warna mencolok seperti merah, kuning atau hijau. Sehingga jika salah satu dari Anda terlepas dari rombongan bisa mudah dikenali di keramaian.</p>
<p>2. Saling Menjaga: Idealnya, satu anak dijaga oleh satu orang dewasa. Tetapi jika Anda memiliki banyak anak kecil dan dibawa semua ke kebun binatang, diperlukan kerjasama antara ayah dan bunda untuk menjaga anak-anak. Misalnya ayah dengan si sulung dan si tengah, sementara bunda menjaga si bungsu.</p>
<p>3. Jika si kecil masih menggunakan diapers. Pastikan Anda mengetahui dengan cepat lokasi toilet. Jika sewaktu-waktu si kecil buang air besar Anda bisa segera mengganti diapersnya yang kotor dengan yang baru.  Begitu juga dengan anak-anak yang sudah lepas diapers, Anda bisa mengantar si kecil untuk buang air kecil dengan segera.</p>
<p>4. Gantungkan informasi data anak di dalam sakunya. Beri tahu si kecil bahwa Anda meletakkan data diri singkat di saku celananya dan jika si kecil terpisah mintalah dia untuk menghubungi petugas kebun binatang atau orang dewasa untuk menghubungi Anda.  Jadi sewaktu-waktu Anda kehilangan si kecil di kebun binatang yang luas Anda bisa segera menemukan keberadaan si kecil.</p>
<p>5. Kebun binatang itu luas. Anda tidak mungkin berkeliling kebun binatang membawa si kecil. Prioritaskan tempat-tempat mana saja yang akan Anda kunjungi bersama si kecil agar si kecil tidak terlalu kelelahan.</p>
<p>6. Hindari kandang binatang yang ditakuti si kecil, misalnya dia takut dengan kucing. Maka hindari berkunjung ke kandang binatang-binatang yang menyerupai kucing seperti harimau dan singa. Masih banyak kandang lain yang bisa Anda tunjukkan ke si kecil misalnya kandang burung atau gajah.</p>
<p>7. Perhatikan kondisi si kecil. Jika anak Anda tergolong anak yang tidak mau diam. Inginnya lari atau berjalan sendiri Anda patut memberikan tali pada tubuh si kecil agar dia tidak berlari terlalu jauh dari Anda.</p>
<p>8. Bermain permainan sederhana atau menyanyikan lagu yang riang saat Anda terjebak dalam antrian yang panjang saat memasuki wahana tertentu. Karena antrian yang panjang akan membuat si kecil bosan dan bukan tidak mungkin merengek ingin pulang.</p>
<p>9. Bawalah stroler. Si kecil mungkin akan kelelahan jika harus berjalan terlalu lama. Tak ada salahnya Anda membawa kereta dorongnya. Jadi sewaktu-waktu dia lelah atau mengantuk Anda bisa meletakkannya di kereta dorong. Anda pun tidak kelelahan menggendongnya sepanjang piknik berjalan.</p>
<p>10. Bawalah bekal makan siang. Selain menghemat pengeluaran membawa makan siang sendiri merupakan cara yang aman untuk makan. Karena biasanya mencari makanan yang sehat di tempat rekreasi susah. Disamping itu, membawa makanan sendiri sudah terjamin kesehatan dan kebersihannya.</p>
<p>Nah, selamat berwisata!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2012/08/10-tips-berwisata-ke-kebun-binatang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyiapkan Jajanan Sehat untuk Anak</title>
		<link>http://bayibalita.com/2012/06/menyiapkan-jajan-sehat-untuk-anak/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2012/06/menyiapkan-jajan-sehat-untuk-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2012 08:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamakenzieworkathome</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 5 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=1165</guid>
		<description><![CDATA[Pernah lihat tayangan di televisi tentang maraknya jajanan anak yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya?. Jika iya, Anda patut waspada dengan aneka jajanan anak yang dijual bebas, terutama di lingkungan sekolah si kecil. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/after_school_snack.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1166" title="after_school_snack" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/after_school_snack.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>Pernah lihat tayangan di televisi tentang maraknya jajanan anak yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya?. Jika iya, Anda patut waspada dengan aneka jajanan anak yang dijual bebas, terutama di lingkungan sekolah si kecil. Memang, kita tidak boleh memukul rata bahwa semua penjual itu jahat tapi sebagai orangtua Anda perlu memperhatikan jajanan yang dimakan si kecil.</p>
<p>Demi kesehatan si kecil, Anda sebaiknya membuat camilan sendiri untuk dibawa sebagai bekal di sekolah. Sedikit repot tak masalah bukan bagi Anda, karena menyiapkan kudapan sehat bagi anak merupakan salah satu tugas Anda. Berikut beberapa yang bisa Anda siapkan untuk bekal sekolah si kecil seperti yang dikutip dari <em>ifood.</em></p>
<p><strong>1. Buah</strong></p>
<p>Buah bisa menjadi kudapan yang sehat untuk anak karena kandungan vitamin yang terdapat pada buah baik untuk kesehatan anak. Banyak jenis buah yang disukai anak-anak, misalnya apel, pir, mangga, jeruk dan pisang. Untuk menghindari kebosanan, Anda bisa membuat olahan makanan berbahan dasar buah. Anda juga bisa membuat jus buah untuk si kecil.</p>
<p><strong>2. Sayuran</strong></p>
<p>Anak-anak biasanya tidak suka dengan sayuran, tapi Anda bisa melatih anak-anak sejak dini untuk mencintai sayuran. Tidak perlu langsung diberi banyak sayuran. Kenalkan sedikit demi sedikit macam-macam sayuran dalam potongan sandwich mereka. Anda bisa membuatkan salad dari sayuran dengan sedikit tambahan buat potong untuk makan siangnya.</p>
<p><strong>3. Susu</strong></p>
<p>Susu adalah minuman favorit anak-anak. Susu bisa dijadikan sebagai pengganti jus atau minuman bersoda yang notabene tidak baik untuk gigi anak. Susu memang memiliki kandungan lemak yang tinggi, namun Anda bisa memilih susu rendah lemak yang kini banyak dijual bebas di pasaran. Jika anak Anda suka, berikan yogurt dalam porsi kecil.</p>
<p><strong>4.  Kacang-kacangan</strong></p>
<p>Popcorn dan kacang panjang memiliki kandungan natrium yang rendah, Anda bisa memberikan popcorn buatan sendiri untuk dijadikan camilan. Biji bunga matahari atau kita kenal dengan kuaci juga bisa diberikan karena mengandung serat. Anda juga bisa membuat kue dari bahan dasar kacang, karena di dalam kacang terdapat lemak yang baik untuk pertumbuhan anak.</p>
<p><strong>5. Sereal</strong></p>
<p>Semua jenis sereal yang ada di muka bumi ini bisa Anda jadikan kreasi kudapan untuk anak. Misalnya, sandwich yang sehat dibuat dengan keju yang rendah lemak, ayam panggang dan telur rebus bisa Anda tambahkan ke dalam sandwichnya. Humus yang rendah lemak bisa anda jadikan sebagai pengganti mayonais pada roti panggangnya. Keripik kentang sebaiknya dipanggang dan diberi bawang putih bubuk bukan garam. Ubi dan jagung rebus bisa Anda sajikan sebagai asupan karbohidrat.</p>
<p>Intinya, camilan sehat itu mudah dibuat. Anda memang akan dibuat repot sedikit dengan menyiapkan camilan buatan sendiri untuk bekal sekolah Anak. Karena kebiasaan memakan camilan sehat harus dimulai sejak dini agar anak Anda tidak terserang penyakit-penyakit yang membahayakan seperti diabetes, kolesterol, tekanan darah tinggi dan obesitas saat dia dewasa nanti.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2012/06/menyiapkan-jajan-sehat-untuk-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Strategi Hadapi Pertengkaran Kakak-Adik</title>
		<link>http://bayibalita.com/2012/06/10-strategi-hadapi-pertengkaran-kakak-adik/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2012/06/10-strategi-hadapi-pertengkaran-kakak-adik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2012 08:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamakenzieworkathome</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 5 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=1119</guid>
		<description><![CDATA[Pertengkaran antara kakak dan adik di rumah adalah wajar. Misalnya, berebut mainan, mengganti channel televisi, berebut tempat duduk dan masih banyak lagi pertengkaran yang umumnya terjadi pada kakak dan adik.  Namun, jika dibiarkan lama kelamaan akan mengganggu hubungan kakak dan adik loh bunda. Pertengkaran kakak dan adik ini juga bisa memicu stres bagi Anda selaku orangtua.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/sibling-rivalry2.jpg"></a><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/sibling-rivalry3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1126" title="sibling-rivalry" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/sibling-rivalry3.jpg" alt="Photo © Stockbyte / Getty Images" width="160" height="160" /></a>Pertengkaran antara kakak dan adik di rumah adalah wajar. Misalnya, berebut mainan, mengganti channel televisi, berebut tempat duduk dan masih banyak lagi pertengkaran yang umumnya terjadi pada kakak dan adik.  Namun, jika dibiarkan lama kelamaan akan mengganggu hubungan kakak dan adik loh bunda. Pertengkaran kakak dan adik ini juga bisa memicu stres bagi Anda selaku orangtua.</p>
<p>Simak 10 strategi menghadapi pertengkaran kakak dan adik berikut ini agar Anda bijak dalam bertindak.</p>
<p>1. Bantu anak Anda  mengekspresikan perasaan mereka</p>
<p>Terjadinya pertengkaran antar saudara diakibatkan karena anak-anak mengalami kesulitan mengekspresikan perasaan mereka. Si kakak tidak suka pakaian atau bajunya dipakai oleh si adik. Untuk ukuran seorang anak, kadang meluapkan emosi yang berlebihan apabila barang miliknya disentuh orang lain, meski itu saudara kandungnya sendiri. Sisi emosional si kakak bisa langsung diperbaiki bila Anda cepat tanggap dalam bertindak. Misalnya dengan memberikan pengertian bahwa sebagai kakak-adik harus bermain bersama dan saling berbagi.</p>
<p>2. Jangan membandingkan</p>
<p>Tanpa Anda sadari, kadang Anda membanding-bandingkan antara si kakak dan si adik dengan mengatakan kalimat seperti ini &#8220;Lihat deh adikmu, makannya nggak berantakan nggak seperti kamu, makan saja berantakan,&#8221; atau &#8220;Contoh lah kakakmu, dia selalu rajin mengerjakan tugas-tugas dari sekolahnya,&#8221;. Anda boleh saja mengucapkan kalimat tersebut sesekali, tapi jika terlalu sering Anda sama saja menyiram bensin ke dalam bara yang masih menyala.</p>
<p>3. Sisihkan waktu untuk masing-masing anak</p>
<p>Menikmati kebersaan dalam keluarga adalah hal indah. Namun, agar lebih mengenali karakter masing-masing anak, Anda sebaiknya meluangkan waktu untuk menemani mereka. Misalnya, hari selasa Anda dan kakak akan bermain game bersama selama 30 menit dan di hari rabu, Anda membacakan dongeng untuk si adik selama 30 menit sebelum tidur. Hal ini akan memperkuat jalinan emosional antara anak dan orangtuanya.</p>
<p>4. Lihatlah dari kedua sisi</p>
<p>Perbedaan usia antara kakak dan adik membuat Anda cenderung melindungi si adik meski ia salah. Misalnya, si kakak yang berusia 7 tahun sedang mengerjakan prakarya dari sekolahnya.  Si adik yang berusia 2 tahun, yang notabene belum mengerti bahwa prakarya tersebut hal yang penting untuk si kakak malah merusaknya. Hal ini memicu kemarahan si kakak dan melampiaskan kemarahan dengan memukul si adik. Sebagai orangtua, Anda harus jelaskan pada anak yang usianya lebih tua bahwa si adik belum mengerti dan belum bisa menghormati karya orang lain.  Anda bisa menukar prakarya si kakak dengan mainan yang bisa diberikan ke si adik.</p>
<p>5. Jangan ikut campur</p>
<p>Jika anak-anak terlibat pertengkaran kecil hanya karena salah menaruh mainan, Anda jangan buru-buru ikut campur. Perhatikan bagaimana si kakak dan adik menyelesaikan &#8216;masalahnya&#8217;. Anda harus tahu kapan saatnya turun tangan dan tidak ikut campur dalam pertengkaran kecil mereka. Hal ini ditujukan agar anak terlatih untuk menyelesaikan persoalannya sendiri tangan orangtua sejak dini.</p>
<p>6. Dorong mereka untuk bekerja sama</p>
<p>Setelah mereka belajar bagaimana menyelesaikan masalahnya sendiri, ajarkan kepada mereka untuk bekerja sama. Misalnya, si kakak ingin nonton acara favorit di televisi sementara si adik merengek untuk main video game. Anda bisa mengatakan kepada si kakak untuk menonton televisi selama 30 menit dan setelah itu bergantian dengan si adik bermain video game dengan waktu yang sama.  Lama-lama anak-anak akan belajar bekerja sama dan kompak. Pertengkaran kecil di rumah pun bisa dikurangi.</p>
<p>7. Berikan Pujian</p>
<p>Ketika anak-anak berteriak satu sama lain bagaikan alarm yang berbunyi sangat keras di telinga Anda. Si kakak menjerit dan si adik menangis keras. Kepala Anda tentu pusing bukan?  Hal sebaliknya akan Anda rasakan saat mereka berdua akur, saling berbagi, saling membantu dan bermain bersama. Pujilah keakraban mereka. Misalnya dengan mengatakan &#8220;Ibu, senang deh kalian bermain bersama,&#8221;</p>
<p>8. Terapkan Aturan</p>
<p>Tidak memukul, saling melempar mainan, saling mendorong dan memaki adalah aturan sederhana yang bisa Anda terapkan saat kakak dan adik terlibat pertengkaran. Bila perlu, aturan-aturan tersebut ditulis agar mereka bisa mengingatnya saat mereka bertengkar. Jika ada yang melanggar aturan tersebut Anda bisa menerapkan konsukensi. Tentunya disesuaikan dengan usia anak-anak.</p>
<p>9. Buat batas mainan</p>
<p>Berbagi mainan dengan saudara kandung adalah baik. Namun, ada kalanya Anda membiarkan mereka untuk memiliki mainan sendiri. Misalnya si kakak memiliki mainan boneka barbie yang menjadi favoritnya, sementara si adik memiliki boneka teddy bear kesayangan. Biarkan mereka memiliki &#8220;harta&#8221; sendiri-sendiri yang mana satu sama lain tidak diperbolehkan untuk menyentuhnya.</p>
<p>10. Kids time</p>
<p>Anak-anak juga memiliki &#8220;me time&#8221; sendiri. Bermain bersama-sama memang menyenangkan tetapi kadang anak-anak butuh bermain sendiri di kamarnya. Hal ini justru baik agar anak-anak bisa belajar mengatur waktu bermain. Misalnya, bermain sendirian di kamar hanya diperbolehkan masing-masing anak selama satu jam. Bagi anak yang masih berusia di bawah 5 tahun, meski bisa dibiarkan bermain sendiri, sesekali Anda harus mengawasinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2012/06/10-strategi-hadapi-pertengkaran-kakak-adik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Oralit</title>
		<link>http://bayibalita.com/2012/06/manfaat-oralit-3/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2012/06/manfaat-oralit-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jun 2012 07:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamakenzieworkathome</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 1 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 5 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Oralit merupakan salah satu obat terpenting yang harus Anda sediakan dalam kotak obat-obatan di rumah Anda. Meski air dapat mencegah dehidrasi, namun air tidak mengandung garam elektrolit. Untuk itu, saat si kecil terserang diare, berikan oralit sebagai pertolongan pertamanya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/diare.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-1117" title="diare" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/diare.gif" alt="" width="202" height="261" /></a>Bingung dan panik saat si kecil terserang diare? bunda pasti belum tahu atau mungkin lupa dengan serbuk yang bisa menolong jutaan manusia saat terserang diare. Ya, ia adalah oralit.  Oralit merupakan salah satu obat terpenting yang harus bunda miliki dalam kotak obat-obatan di rumah. Karena oralit merupakan campuran garam eletrolit seperti natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl) dan trisodium sitrat hidrat serta glukosa anhidrat.</p>
<p>Oralit biasa digunakan saat diare sebagai pengganti cairan dan elektrolit dalam tubuh yang terbuang melalui tinja. Oralit berfungsi mencegah si penderita diare dari dehidrasi. Dehidrasi akibat diare bisa menjadi fatal loh jika tidak ditangani dengan segera. Meski air dapat mencegah dehidrasi namun air tidak mengandung elektrolit. Untuk itu, saat si kecil terserang diare, berikan oralit sebagai pertolongan pertamanya. Tapi harus diingat, oralit bukan bersifat menyembuhkan diare tetapi hanya menggantikan cairan tubuh yang hilang bersaam dengan tinja si kecil sehingga si kecil tidak dehidrasi.</p>
<p>Oralit diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Campuran glukosa dan garam yang terkandung dalam oralit sangat baik diserap oleh usus penderita diare karena ion natriumnya memiliki fungsi alosterik atau berhubungan dengan penghambat enzim karena bergabung dengan molekul lain.</p>
<p>Kandungan garam dapat meningkatkanpengangkutan dan meninggikan daya absorbsi gula melalui membran sel. Sementara gula dalam larutan NaCl berkhasiat meningkatkan penyerapan air pada dinding usus dengan kuat. Daya serapnya bisa mencapai 25 kali lebih baik dari biasanya sehingga dehidrasi pada penderita diare bisa diatasi dengan cepat oleh serbuk ajaib ini.</p>
<p>Dimana bunda bisa memperoleh oralit? oralit banyak dijual di apotek, di puskesmas dan rumah sakit. Pembuatan oralit ini juga mudh. Sediakan air sebanyak 200 cc, pastikan oralit kemasan masih dalam bubuk kering, masukkan satu bungkus oralit dalam air di gelas dan aduk oralit hingga larut dan segera berikan pada si kecil,.</p>
<p>Pemberian oralit juga ada aturannya. Bila si kecil berusia di bawah 1 tahun, berikan si kecil 10-200 cc cairan oralit tiap kali buang air besar. Di atas 1 tahun berikan 100-200 cc. Bila si kecil menolak atau memuntahkan cairan oralit, tunggu sekitar 5-10 menit dan berikan oralit sedikit demi sedikit.</p>
<p>Jika saat si kecil terserang diare dan persediaan oralit kemasan bunda habis, jangan khawatir karena oralit bisa dibuat sendiri. Siapkan 1 sendok teh garam, 8 sendok teh gula dan 1 liter air matang. Rumus ini dikenal dengan rumus 181. Obat sederhana ini mampu menyelamatkan jutaan nyawa anak akibat dehidrasi karena diare. Penanganan yang tepat akan membantu pulihnya kesehatan si kecil. Jika dalam tiga hari kondisi si kecil tak kunjung membaik, segera bawa si kecil ke rumah sakit terdekat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2012/06/manfaat-oralit-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Tepung</title>
		<link>http://bayibalita.com/2011/07/ayam-tepung/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2011/07/ayam-tepung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 07:05:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinisuryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 5 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Resep makanan balita]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[tepung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[Tak perlu ke restoran cepat saji untuk membelikan ayam tepung kesukaan anak. Coba resep ini, lebih sehat dan pasti disukai anak anda. Resep disajikan untuk 8 porsi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak perlu ke restoran cepat saji untuk membelikan ayam tepung kesukaan anak. Coba resep ini, lebih sehat dan pasti disukai anak anda.</p>
<p>Resep disajikan untuk 8 porsi</p>
<p><a href="http://bumbudapur.com/2010/03/daging-paprika-kuah-santan/"><img class="size-full wp-image-1070 alignright" title="ayam tepung" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2011/06/ayam-tepung.jpg" alt="ayam tepung" width="260" height="200" /></a><strong>Bahan yang digunakan:</strong></p>
<ul>
<li>6 potong dada ayam tanpa kulit dan tanpa tulang bagian, dipotong memanjang</li>
<li>1 butir telur, dikocok</li>
<li>1 cup buttermilk</li>
<li>1 ½ sendok teh bawang putih bubuk</li>
<li>1 cangkir tepung terigu</li>
<li>1 cangkir tepung roti</li>
<li>1 sendok teh garam</li>
<li>1 sdt baking powder</li>
<li>1 liter minyak untuk menggoreng</li>
</ul>
<p><strong>Cara Pembuatan</strong></p>
<ol>
<li>Letakkan potongan ayam ke dalam kantong besar plastik. Campurkan telur, buttermilk dan bubuk bawang putih dalam mangkuk kecil. Tuang campuran ke dalam kantong plastic berisi ayam. Tutup dan dinginkan 2-4 jam.</li>
<li>Campurkan tepung, remah-remah roti, garam dan baking powder dalam plastik yang lain. Keluarkan ayam dari kulkas dan tiriskan. Masukkan ayam ke dalam kantong campuran tepung. Tutup dan kocok untuk melapisi potongan ayam.</li>
<li>Panaskan minyak dalam wajan sampai suhu 190°C.</li>
<li>Hati-hati memasukkan ayam ke dalam minyak panas. Goreng sampai berwarna coklat. Tiriskan di atas tisu.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2011/07/ayam-tepung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengontrol Perilaku Anak Usia Pra Sekolah</title>
		<link>http://bayibalita.com/2011/07/mengontrol-perilaku-anak-usia-pra-sekolah/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2011/07/mengontrol-perilaku-anak-usia-pra-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 10:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinisuryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 5 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bersikap]]></category>
		<category><![CDATA[mengontrol]]></category>
		<category><![CDATA[pembicaraan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dini, anak harus diajarkan cara bersisoalisasi dan mengontrol prilaku dirinya agar dapat diterima oleh lingkungan. Sikap orang tua yang salah terhadap prilaku anak dapat menyebabkan prilaku buruk anak menetap hingga anak tumbuh dewasa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mimbarjumat.com/archives/88"><img class="alignright size-full wp-image-1065" title="perilaku anak" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2011/07/perilaku-anak.jpg" alt="perilaku anak" width="260" height="200" /></a>Sejak dini, anak harus diajarkan cara bersosialisasi dan mengontrol perilaku dirinya agar dapat diterima oleh lingkungan. Sikap orang tua yang salah terhadap perilaku anak dapat menyebabkan perilaku buruk anak menetap hingga anak tumbuh dewasa. Berikut ini adalah sifat dan prilaku anak usia pra-sekolah (3-5 tahun) dan cara penanganannya :</p>
<ul>
<li><strong>Agresif</strong><br />
Pada usia ini, kemampuan anak untuk mampu mengungkapkan perasaannya masih sangat terbatas. Mereka tidak mengerti apa yang mereka rasakan dan apa yang harus mereka katakan tentang perasaannya saat itu entah kecewa, marah, sedih, &#8230; sehingga anak lebih sering menunjukkan sikap agresif sebagai tanda ketidaksukaan atas suatu hal. Atau ada pula anak yang justru menjadi diam sebagai tanda kekecewaannya.</p>
<p>Untuk itu, tugas pertama orang dewasa khususnya orangtua adalah  harus peka terhadap sikap yang anak-anak tunjukkan. Kemudian tanyakan kepada mereka mengapa mereka bersikap seperti itu, apakah sebagai bentuk mencari perhatian dengan kekerasan yang ia lakukan, atau karena ada keinginannya yang tidak dikabulkan lantas mereka marah dan bersikap kasar.</p>
<p>Setelah mereka menjawab penyebab kekesalan dan perilaku agresifnya, barulah orang tua menunjukan rasa empati dan membantu mereka untuk mengenali perasaan yang mereka hadapi.</p>
<p>Misalnya, anak bertindak agresif dengan membanting barang didekatnya karena tidak diberikan pinjaman mainan oleh temannya, maka respon yang benar adalah, &#8220;oo, ibu mengerti kamu marah karena tidak diberikan pinjaman mainan oleh Adi, tapi bukan berarti kamu bisa berbuat kasar dengan begini dan begitu, lalu jelaskan konsekwensi atas perilaku agresifnya,&#8221; dan langkah terakhir, tanamkan pada anak perilaku positif untuk menyampaikan suatu keinginan, dan orangtua jangan menunjukkan emosi kemarahan karena hal itu justru memberi contoh efektifnya suatu agresivitasnya dan membuat perilaku kasarnya menjadi-jadi.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Berkata Kasar / jorok</strong><br />
Anak cenderung meniru apa yang didengarnya meskipun ia tidak mengerti apa yang diucapkannya. Untuk pertama kali ia ucapkan maka acuhkan saja saat ia bicara jorok, pura-pura tidak mendengar.</p>
<p>namun jika semakin sering ia ucapkan, maka jelaskan dengan penuh kelembutan arti dari kata-kata tersebut dengan singkat, dan katakan padanya bahwa kita selaku orang orang dewasa enggak mau mendengar kata-kata itu lagi. Dan jangan lupa beri pujian jika anak mampu mengontrol diri untuk tidak berkata kasar / jorok.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Curang</strong><br />
Anak curang karena mereka belum mengerti aturan main. Ajarkan cara bermain yang sportif. Beri peringatan tegas ketika ia melakukan trik curang dengan tidak memperbolehkannya bermain untuk satu putaran. dan minta anak untuk meminta maaf pada temannya yang dicurangi.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Memotong Pembicaraan</strong><br />
Ajarkan norma sopan santun dalam berbicara. Berikan penjelasan pada anak bahwa mereka boleh mengajukan pertanyaan, mengutarakan keinginannya, apabila orang yang ingin diajak anak bicara sedang tidak melakukan pembicaraan dengan orang lain atau ajarkan anak untuk tidak memotong pembicaraan orang lain, dan bersabar menunggu giliran untuk berbicara. Dan yang tidak kalah penting adalah, orangtua perlu menjadi panutan yang terkadang tanpa sadar memotong pembicaraan orang lain.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Suka Bertengkar</strong><br />
Ajak anak untuk menyelesaikan masalahnya secara objektif, sekaligus menempa kontrol dirinya. Bial ia berada di pihak yang slaah, maka tanamkan padanya untuk secara fair mau meminta maaf. Jika ia dipukul oleh temannya, berikan penjelasan bahwa ia tidak perlu membalasnya dengan kekerasan lagi.</p>
<p>Cukup laporkan pada guru / orangtua. Tetapi jika anak yang sebagai trouble maker, maka beri hukuman yang mendidik, misal, tidak diizinkan main, tidak boleh jajan dan sebagainya asalkan jangan memberikan hukuman fisik pada anak.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2011/07/mengontrol-perilaku-anak-usia-pra-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Demam Pada Anak</title>
		<link>http://bayibalita.com/2011/07/mengatasi-demam-pada-anak/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2011/07/mengatasi-demam-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 06:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinisuryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 1 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 5 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak demam]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[diobati]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[suhu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=1012</guid>
		<description><![CDATA[Demam merupakan gejala penyakit yang paling sering terjadi pada anak-anak. Saat anak demam, sering muncul pertanyaan di benak orang tua. Apakah harus selalu diobati ? Apakah demam dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh anak ?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/2010/10/kesiapan-anak-untuk-preschool/"><img class="alignleft size-full wp-image-1040" title="anak demam" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2011/07/anak-demam.jpg" alt="anak demam" width="300" height="200" /></a>Demam merupakan gejala <a title="Menghindari Penyakit Hati" href="http://mimbarjumat.com/archives/189" target="_blank">penyakit</a> yang paling sering terjadi pada anak-anak. Saat anak demam, sering muncul pertanyaan di benak orang tua. Apakah harus selalu diobati ? Apakah demam dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh anak ?</p>
<p>Dokter umumnya menyatakan bahwa jika anak terserang deman dengan suhu kurang dari 38°C maka kita tidak memerlukan <a title="Makanan Obat Sakit Ringan" href="http://pelangiku.com/2009/12/makanan-obat-sakit-ringan/" target="_blank">obat</a> untuk mengatasinya. Demam ini terjadi karena system pertahanan tubuh anak sedang bekerja melawan infeksi.</p>
<p>Hipertermia (suhu tinggi) akan menstimulasi produksi interferon (zat yang digunakan untuk menetralisir virus). Produksi interferon akan mencapai puncaknya pada hari ke 2-3 dan jika tidak gangguan dalam tubuh akan hilang dalam tiga hari.</p>
<p>Orangtua umumnya akan panik jika suhu badan bayinya mencapai 37,5°C, dan keadaan demam dapat berlangsung selama satu atau dua minggu. Jika suhu badan bayi mencapai 38°C, orangtua  harus segera mengambil tindakan.</p>
<p>Setiap anak akan memperlihatkan gejala yang berbeda-beda, ada bayi yang masih bertahan pada saat suhu badannya mencapai 39°C tetapi yang lainnya mungkin kehilangan kesadaran pada saat suhu badannya mencapai 38°C.</p>
<p><strong>Obat-obatan yang dapat digunakan</strong></p>
<p>Anak di bawah usia 14 tahun sebaiknya tidak diberikan antipiretik yang mengandung aspirin (asam asetilsalisilat). Zat aktif ini dapat menimbulkan perdarahan. Menurut beberapa penelitian, aspirin dapat menyebabkan kerusakan otak dan hati pada anak-anak. Dokter tidak menyarankan penggunaan analgetik (penahan sakit seperti aspirin) untuk menurunkan suhu pada anak-anak karena efek toksiknya pada tubuh.</p>
<p>Orangtua dapat memberikan obat yang mengandung parasetamol untuk menurunkan suhu badan anak-anak. Efek zat antipiretik (penurun panas) dalam bentuk supositoria (sediaan yang dimasukkan ke tubuh melalui anus) akan lebih lama dibandingkan zat tersebut dalam bentuk suspensi atau tablet.</p>
<p>Jika dalam bentuk sirup efeknya terjadi dalam waktu 20 menit setelah dikonsumsi sedangkan dalam bentuk supositoria efeknya akan terjadi dalam waktu 30-40 menit.</p>
<p>Jika kita akan memberikan obat penurun demam pada bayi dalam bentuk sirup, pilihlah obat yang tidak mengandung pewarna dan pewangi karena dapat menyebabkan <a title="Bayi Alergi Susu Sapi" href="http://bayibalita.com/2010/12/bayi-alergi-susu-sapi/" target="_blank">alergi</a>. Sebelum menggunakan obat sebaiknya konsultasi dengan dokter.</p>
<p><strong>Tindakan yang dapat dilakukan</strong></p>
<p>Jika bayi terkena demam yang tinggi maka kita dapat mengkompres tubuh bayi dengan kain yang telah dibasahi air. Pastikan bayi <a title="Terlalu Banyak Minum Susu, Amankah?" href="http://bayibalita.com/2010/08/terlalu-banyak-minum-susu-amankah/" target="_blank">minum</a> lebih banyak dan tingkat asupannya boleh melebihi 20-30% dari biasanya. Jangan selimuti tubuh bayi dengan kain yang tebal, gunakanlah baju piyama dan tutupi bayi dengan selimut tipis atau sprei.</p>
<p>Hindari memaksakan minum susu pada anak, biarkan dia memilih makanan yang diinginkannya. Jika demamnya semakin parah, kita dapat membungkus es dengan handuk atau popok dan letakkan di dahinya.</p>
<p>Dan ingatlah jangan diberikan obat, kompreslah untuk menurunkan suhunya kembali normal. Jika suhu badannya mencapai 39,5°C maka akan turun sampai suhu tidak lebih rendah dari 38°C.</p>
<p>Jika anak kita mempunyai gejala lain, segera hubungi dokter! Bantuan medis sangat diperlukan mendesak, jika :</p>
<ul>
<li>Dehidrasi: mata sayu, kencing berkurang atau popok kering, tidak ada air mata ketika menangis, selaput lendir di mulut kering, lidah kering, mengantuk yang parah, bau yang tidak sedap dari mulut.</li>
<li>Kram, ruam ungu atau mata memar.</li>
<li>Apatis, mengantuk, kurangnya respon jika bayi dibangun bayi.</li>
<li>Sakit kepala parah yang tidak dapat diatasi dengan analgetik dan antipiretik.</li>
<li>Muntah atau diare yang tidak terkendali (lebih dari 3-4 kali).</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2011/07/mengatasi-demam-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Susah Tidur</title>
		<link>http://bayibalita.com/2010/07/anak-susah-tidur/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2010/07/anak-susah-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 08:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prettychance</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[susah tidur]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu masalah yang dihadapi orang tua yang memiliki anak balita adalah anak susah tidur. Anda telah melalui masa-masa ketika harus bangun di tengah malam untuk memberikan susu atau mengganti diaper tetapi mengapa masih saja belum memiliki tidur malam yang berkualitas? Berikut adalah strategi yang dapat diterapkan untuk anak susah tidur : Masalah  : Waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2010/07/childrens-sleep_0000043432691.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-213" title="Sleeping baby" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2010/07/childrens-sleep_0000043432691.jpg" alt="" width="425" height="282" /></a>Salah satu masalah yang dihadapi orang tua yang memiliki anak balita adalah anak susah tidur. Anda telah melalui masa-masa ketika harus bangun di tengah malam untuk memberikan susu atau mengganti <em>diaper</em> tetapi mengapa masih saja belum memiliki tidur malam yang berkualitas?</p>
<p>Berikut adalah strategi yang dapat diterapkan untuk anak susah tidur :</p>
<p><strong>Masalah  : Waktu tidur kacau balau</strong></p>
<p>Skenario : Jadwal anda mulai dari siang sampai malam telah penuh. Anda seringkali merasa harus terburu-buru untuk menidurkan anak anda.</p>
<p>Solusi :Walaupun anda perlu mengatur kembali jadwal anda akan tetapi sangat penting untuk menjadikan waktu tidur sebagai prioritas. Rutinitas sebelum tidur yang sama dan menyenangkan merupakan kunci untuk mencapai tidur malam yang berkualitas.</p>
<p>Bagaimana bentuk rutinitas itu terserah pada anda. Mungkin berupa memandikan anak anda dengan air hangat, membantu untuk menyikat giginya, menceritakan cerita sebelum tidur dan membaca doa sebelum tidur. Tiap malam, anda dapat memuji anak anda untuk prestasinya hari itu atau ceritakan padanya apa yang membuat anda bangga kepada mereka. Jika anda memainkan musik untuk mereka sebelum tidur, mainkanlah musik/lagu yang sama setiap malam kemudian tidurkan anak anda dan ucapkan “selamat malam”. Perlu beberapa kali percobaan untuk menemukan cara atau rutinitas yang cocok untuk anda dan anak anda – tetapi begitu anda telah menemukannya, lakukanlah dengan konsisten setiap malam pada waktu yang sama dan dengan urutan kegiatan yang sama.</p>
<p><strong>Masalah : Anak anda tidak mau tidur</strong></p>
<p>Skenario : Pada saat waktunya tidur, anak anda meributkan masalah tidur karena ia tidak ingin ketinggalan/kehilangan apapun.</p>
<p>Solusi : Untuk mempermudah transisi ke waktu tidur, jagalah agar suasana tenang selamat beberapa saat sebelum waktu tidur. Jauhkan segala keributan dari games atau mainan. Matikan TV, computer dan video games. Kecilkan cahaya lampu. Batasi aktivitas anggota keluarga lainnya sehingga tidak terlalu ribut.</p>
<p><strong>Masalah : Anak anda tidak mau tidur sendirian</strong></p>
<p>Skenario : Anak anda memohon agar anda tinggal bersama mereka sampai mereka tertidur.</p>
<p>Solusi :Beri semangat pada anak anda untuk tidur sendiri, bantulah agar mereka merasa aman. Mulailah dengan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan. Kemudian pastikan mereka mempunyai obyek/benda favorit yang dapat menenangkan mereka, seperti : boneka atau selimut kesayangan. Jika anak anda takut kegelapan, nyalakan lampu yang redup dan biarkan pintu kamar terbuka.</p>
<p>Jika anak anda tetap menolak untuk tidur sendiri, anda dapat berjanji untuk datang memeriksanya setiap 10 menit sampai ia tertidur. Selama masa pemeriksaan ini, pujilah anak anda karena ia begitu tenang dan mau tidur sendiri. Ingatlah bahwa anda sedang membantunya agar mau tidur sendiri. Jika anda menyerah dan menemaninya malam ini, hal itulah yang akan diingat dan akan diminta oleh anak anda keesokan harinya.</p>
<p><strong>Masalah : Anak anda tidak mau tinggal di tempat tidurnya</strong></p>
<p>Skenario : Anda telah mengantar anak anda ke tempat tidurnya tetapi ia tetap keluar kamar dan menemui anda.</p>
<p>Solusi :Ketika rutinitas sebelum tidur sudah selesai dilakukan, ingatkan anak anda bahwa tidak ada alasan untuk bangun dari tempat tidur. Jika ia tetap bangun segera kembalikan ia ke tempat tidurnya. Lakukan berkali-kali jika perlu. Anda mungkin harus menutup pintu atau meletakkan sesuatu sebagai batas.</p>
<p><strong>Masalah : Anak anda tidak mau tidur sampai larut malam</strong></p>
<p>Skenario : Jam tidur anak anda yang sebenarnya adalah 8.30 malam tetapi kemudian ternyata jam tidurnya melebihi dari jam tidur anda.</p>
<p>Solusi : Cobalah atur kembali jam tidur siangnya atau bangunkan ia lebih pagi. Anda juga dapat memintanya tidur beberapa menit lebih cepat setiap malamnya hingga kembali ke jam tidur sebelumnya. Jam berapapun anda mengantarkannya tidur, ingatlah bahwa anda harus patuh pada rutinitas sebelum tidur.</p>
<p><strong>Masalah : Anak anda tetap terjaga sepanjang malam</strong></p>
<p>Skenario : anak anda terjaga sepanjang malam dan tidak akan tertidur sampai anda menolongnya.</p>
<p>Solusi : Jika anak anda terjaga sepanjang malam, biarkan ia selama beberapa menit hingga menjadi tenang. Jika ia tidak juga menjadi tenang, pergilah ke kamar anak anda dan tenangkan ia. Kemudian katakan padanya bahwa ini adalah waktu untuk tidur dan tinggalkan kamarnya. Tunggulah setiap malam dengan durasi yang semakin lama hingga anda memutuskan untuk masuk ke kamarnya.</p>
<p><strong>Masalah : Anda frustrasi dengan masalah anak susah tidur</strong></p>
<p>Skenario : Anda lelah menghadapi rengekan, tangisan dan keluhan hingga anda menyerah dan membiarkan anak anda tidur di depan TV.</p>
<p>Solusi : Anda harus bersabar dan berusaha mengabaikan semua rengekan, tangisan dan permintaan. Tidak pernah terlambat untuk mengajarkan kebiasaan tidur yang baik pada anak anda. Jika anak anda mendesak anda, beritahu padanya harapan anda terhadapnya dan tetaplah pada rutinitas. Akhirnya, konsistensi anda akan terbayar dengan tidur malam yang berkualitas untuk anak anda dan anda tentunya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2010/07/anak-susah-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
