<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bayi Balita &#187; Balita 2 tahun</title>
	<atom:link href="http://bayibalita.com/category/balita2tahun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bayibalita.com</link>
	<description>Teman Ibu dalam mengasuh bayi dan balita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Feb 2013 00:43:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Tanaman Obat, Penolong Pertama si Kecil</title>
		<link>http://bayibalita.com/2012/07/1191/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2012/07/1191/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2012 09:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamakenzieworkathome</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 1 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 3 tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=1191</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman obat-obatan yang sudah disediakan oleh alam bisa kita manfaatkan sebagai penolong pertama si kecil saat sakit. Pengobatan tradisional ini jelas minim resiko dan efek samping dibandingkan dengan obat-obatan kimia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/07/temulawak5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1192" title="temulawak5" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/07/temulawak5-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a>Anak-anak usia di bawah 3 tahun masih rentan dengan penyakit. Ada saja yang menyerang si kecil, mulai dari batuk pilek, diare, panas dan penyakit lainnya. Jika itu terjadi Anda tak perlu terburu-buru membaca si kecil ke dokter karena di rumah pun Anda bisa menyembuhkan si kecil dengan tanaman obat-obatan yang sudah alam sediakan. Ada baiknya Anda menanam sendiri beberapa tanaman yang bisa dijadikan obat-obatan. Apa saja tanaman yang bisa dijadikan obat, berikut ini adalah jenis-jenisnya:</p>
<p><strong>1. Kunyit</strong></p>
<p>Kunyit mengandung minyak atsiri, curcumin, turmenon dan zingiberen yang berfungsi sebagai antioksidan, dan antiinflamasi atau anti peradangan. Kunyit berfungsi untuk penurun panas. Yang digunakan adalah rimpang kunyit yang berwarna orange.</p>
<p><strong>2. Daun Kembang Sepatu</strong></p>
<p>Daun kembang sepatu mengandung flavonoida, safonin dan polifenol. Daun kembang sepatu ini bisa digunakan untuk kompres. Caranya: cuci bersih daunnya, keringkan, kemduian panaskan sebentar di atas api agar layu, remas-remas hingga layu, beri minyak kelapa dan tempelkan pada perut dan kepala si kecil.</p>
<p><strong>3. Bawang Merah</strong></p>
<p>Bawang merah mengandung minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemfenol, kuersetin dan floroglusin. Bawang merah berfungsi untuk menurunkan panas anak dan perut kembung. Caranya: ambil 5 siung bawang merah, parut kasar dan tambahkan minyak kelapa atau minyak telon secukupnya lalu balurkan ke seluruh tubuh atau tempelkan pada ubun-ubunnya. Bisa juga menggunakan daun jarak yang sudah dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin lalu tempelkan pada pusar si kecil.</p>
<p><strong>4. Lidah Buaya</strong></p>
<p>Lidah buaya berfungsi mendinginkan kulit, bisa digunakan untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya, oleskan daging lidah buaya pada seluruh permukaan kulit yang kena luka bakar.</p>
<p><strong>5. Mengkudu</strong></p>
<p>Selain buahnya, daun buah mengkudu juga bisa meringankan perut kembung pada bayi. Caranya, panaskan daun mengkudu beberapa saat di atas api, lalu oleskan minyak kelapa. Tempelkan pada perut anak dan ulangi sampai berkali-kali.</p>
<p><strong>6. Kencur</strong></p>
<p>Kencur bisa digunakan untuk mengobati memar karena benturan benda keras. Caranya, rendam satu sendok makan beras, tumbuh bersama kencur dan beri sedikit garam. Setelah halus tempelkan ramuan pada luka yang lebam atau benjol.</p>
<p>Obat-obatan tradisional ini sudah sejak dulu digunakan oleh nenek moyang kita dan masih banyak orangtua jaman sekarang yang masih mempertahankan pengobatan ini. Banyak alasan mengapa para orangtua masih memakai cara &#8220;kuno&#8221; ini salah satunya karena faktor keamanan dan tanpa efek samping dibanding obat-obatan kimia. Dari sisi medis, obat tradisional ini bisa menjadi pertolongan pertama untuk si kecil. Tidak akan membahayakan jika penggunaannya tepat dan aman.</p>
<p>Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2012/07/1191/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayiku Lapar Terus, Normalkah?</title>
		<link>http://bayibalita.com/2012/06/bayiku-lapar-terus-normalkah/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2012/06/bayiku-lapar-terus-normalkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2012 13:37:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamakenzieworkathome</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 1 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=1146</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa bayi yang terlihat lapar terus-terusan. Hal ini normal karena seiring bertambahnya usia, aktifitas bayi Anda akan meningkat dan dia memerlukan asupan makanan yang cukup. Tak hanya itu, perkembangan fisik lainnya juga 'menuntut' pasokan nutrisi yang banyak. Anda tak perlu khawatir, sepanjang makanan yang bayi Anda makan adalah makanan sehat dan kaya akan nutrisi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/mpasi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1147" title="mpasi" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/mpasi.jpg" alt="" width="275" height="183" /></a>&#8220;Bayi saya kenapa selalu terlihat lapar ya? padahal makanan yang saya berikan cukup, minum Air Susu Ibu (ASI) juga kuat, belum camilan buahnya, normal tidak ya bayi saya?,&#8221; tanya bunda Zafier dalam sebuah komunitas di media online.</p>
<p>Bunda pernah merasakan juga? pertanyaan tersebut sebenarnya banyak ditanyakan para orangtua, terutama para ibu muda yang baru memiliki satu anak. Pada dasarnya, kebutuhan asupan bayi didasarkan pada tingkat pertumbuhannya. Bayi yang baru lahir perlu sering-sering minum ASI karena pencernaannya yang masih kecil membutuhkan frekuensi menyusu yang sedikit namun sering. Seiring berjalannya usia bayi atau saat bayi memakan makanan pendamping ASInya, otomatis pemberian ASI akan berkurang. Nah, bagaimana jika makanan yang bunda berikan cukup dan minum ASInya kuat tetapi si bayi masih lapar? simak artikel berikut seperti dilansir <em>About.com.</em></p>
<p><strong>Bayi yang baru lahir dan Bayi yang sudah makan</strong></p>
<p>Kita mulai dari awal, bayi-bayi yang sudah memulai Makanan Pendamping ASI (Mpasi) biasanya digolongkan ke dalam bayi yang sekali makan langsung banyak dan bayi yang sering makan tapi dalam jumlah porsi yang sedikit. Bayi yang sudah memakan Mpasinya biasanya hanya akan fokus menyusui di malam hari. Karena pada siang harinya, nutrisinya sudah tercukupi dengan makanan Mpasi, camilan buah dan jus. Frekuensi menyusu akan berkurang di siang hari.  Anda tidak perlu khawatir jika pemberian makanan masih normal, frekuensi menyusui pun normal dan bayi Anda terlihat tumbuh dengan baik.</p>
<p>Sementara bayi yang baru lahir, akan meminta ASI jauh lebih sering kepada ibunya karena saat itu ASI menjadi satu-satunya sumber makanan baginya. Anda tak perlu khawatir dengan tindakan bayi Anda yang terlihat selalu lapar dan menempel terus pada Anda untuk menyusu. Yang perlu Anda lakukan adalah menjaga asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh Anda. Ingat lho, Anda tengah berbagi nutrisi dengan si kecil. Jadi, pastikan Anda memakan makanan yang bernutrisi tinggi.</p>
<p><strong>Bayi dan susu formula</strong></p>
<p>Orangtua baru kadang terkejut bahwa bayi yang baru lahir kadang memerlukan 1 atau 2 ons susu formula sekali minum. Bayi-bayi yang meminum susu formula sejak lahir hanya diberikan susu formula 8-12 botol dalam sehari. Tidak seperti bayi ASI yang bisa diberikan kapan saja dia mau. Yang perlu Anda perhatikan adalah apabila bayi Anda memuntahkan sisa susu yang Anda berikan setiap kali meminumnya, Anda harus mengurangi takaran susu formula yang diberikan.</p>
<p><strong>Memahami isyarat bayi yang lapar</strong></p>
<p>Orangtua kadang salah mengartikan rengekan, tangisan dan kerewelan bayi dengan mengidentifikasikan bayi Anda lapar. Padahal, rewel atau tangisan bukan satu-satunya tanda bahwa bayi Anda lapar. Bisa saja dia sedang bosan, popoknya penuh oleh pipis atau pupnya, tidak nyaman, mengantuk, marah dan masih banyak lagi.  Yang perlu dicari tahu para orangtua adalah penyebab tangisan bayi. Ciri bayi yang lapar terlihat dari:</p>
<p>1. Bayi Anda menghisap jari-jari tangannya.</p>
<p>2. Bayi Anda menghisap ujung lengan pakaiannya.</p>
<p>3. Kepala bayi Anda bergerak ke kanan dan ke kiri.</p>
<p>4. Rewel yang berlebihan</p>
<p>5. Menangis</p>
<p><strong>Lalu seberapa sering bayi Anda harus makan?</strong></p>
<p>Para ahli gizi merekomendasikan pemberian makanan pada bayi yang baru memakan Mpasinya adalah 2 jam setelah menyusu. Jika bayi Anda masih menyusu dengan sering itu normal. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan pemberian makanan didasarkan pada permintaan bayi Anda bukan pada jadwal makan yang sudah Anda buat.</p>
<p><strong>Bayi yang lapar dan makanan padat</strong></p>
<p>Saat bayi Anda memakan makanan padat pertamanya yaitu antara usia 4 atau 6 bulan, Anda hanya perlu belajar untuk membaca isyarat bayi Anda sedang lapar atau tidak. Tidak mengapa jika bayi Anda meminta makanan terus karena hal ini tidak berbahaya. Pastikan makanan yang Anda berikan kaya akan nutrisi dan terjamin kesehatannya. Biasanya,  nafsu makan bayi akan berubah dari hari ke hari. Kadang dia memakan habis seluruh sarapan yang Anda sajikan tapi belum tentu dengan makan siang dan makan malamnya.</p>
<p><strong>Terakhir, lihat bagaimana popoknya</strong></p>
<p>Bagian terpenting untuk mengetahui apakah bayi Anda sudah mendapatkan cukup makanan adalah dengan melihat popoknya. Bayi yang baru lahir akan lebih sering meminum ASI, untuk itu Anda sering bolak balik mengganti popoknya. Seiring bertambahnya usia, frekuensi buang air kecilnya akan berkurang. Namun, Anda patut mewaspadai jika bayi Anda tidak pipis dalam jangka waktu yang lama. Misalnya dalam 24 jam, bayi Anda hanya pipis 2-3 kali. Anda patut curiga bahwa si kecil kurang mendapatkan asupan makanan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2012/06/bayiku-lapar-terus-normalkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Oralit</title>
		<link>http://bayibalita.com/2012/06/manfaat-oralit-3/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2012/06/manfaat-oralit-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jun 2012 07:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamakenzieworkathome</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 1 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 5 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Oralit merupakan salah satu obat terpenting yang harus Anda sediakan dalam kotak obat-obatan di rumah Anda. Meski air dapat mencegah dehidrasi, namun air tidak mengandung garam elektrolit. Untuk itu, saat si kecil terserang diare, berikan oralit sebagai pertolongan pertamanya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/diare.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-1117" title="diare" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2012/06/diare.gif" alt="" width="202" height="261" /></a>Bingung dan panik saat si kecil terserang diare? bunda pasti belum tahu atau mungkin lupa dengan serbuk yang bisa menolong jutaan manusia saat terserang diare. Ya, ia adalah oralit.  Oralit merupakan salah satu obat terpenting yang harus bunda miliki dalam kotak obat-obatan di rumah. Karena oralit merupakan campuran garam eletrolit seperti natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl) dan trisodium sitrat hidrat serta glukosa anhidrat.</p>
<p>Oralit biasa digunakan saat diare sebagai pengganti cairan dan elektrolit dalam tubuh yang terbuang melalui tinja. Oralit berfungsi mencegah si penderita diare dari dehidrasi. Dehidrasi akibat diare bisa menjadi fatal loh jika tidak ditangani dengan segera. Meski air dapat mencegah dehidrasi namun air tidak mengandung elektrolit. Untuk itu, saat si kecil terserang diare, berikan oralit sebagai pertolongan pertamanya. Tapi harus diingat, oralit bukan bersifat menyembuhkan diare tetapi hanya menggantikan cairan tubuh yang hilang bersaam dengan tinja si kecil sehingga si kecil tidak dehidrasi.</p>
<p>Oralit diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Campuran glukosa dan garam yang terkandung dalam oralit sangat baik diserap oleh usus penderita diare karena ion natriumnya memiliki fungsi alosterik atau berhubungan dengan penghambat enzim karena bergabung dengan molekul lain.</p>
<p>Kandungan garam dapat meningkatkanpengangkutan dan meninggikan daya absorbsi gula melalui membran sel. Sementara gula dalam larutan NaCl berkhasiat meningkatkan penyerapan air pada dinding usus dengan kuat. Daya serapnya bisa mencapai 25 kali lebih baik dari biasanya sehingga dehidrasi pada penderita diare bisa diatasi dengan cepat oleh serbuk ajaib ini.</p>
<p>Dimana bunda bisa memperoleh oralit? oralit banyak dijual di apotek, di puskesmas dan rumah sakit. Pembuatan oralit ini juga mudh. Sediakan air sebanyak 200 cc, pastikan oralit kemasan masih dalam bubuk kering, masukkan satu bungkus oralit dalam air di gelas dan aduk oralit hingga larut dan segera berikan pada si kecil,.</p>
<p>Pemberian oralit juga ada aturannya. Bila si kecil berusia di bawah 1 tahun, berikan si kecil 10-200 cc cairan oralit tiap kali buang air besar. Di atas 1 tahun berikan 100-200 cc. Bila si kecil menolak atau memuntahkan cairan oralit, tunggu sekitar 5-10 menit dan berikan oralit sedikit demi sedikit.</p>
<p>Jika saat si kecil terserang diare dan persediaan oralit kemasan bunda habis, jangan khawatir karena oralit bisa dibuat sendiri. Siapkan 1 sendok teh garam, 8 sendok teh gula dan 1 liter air matang. Rumus ini dikenal dengan rumus 181. Obat sederhana ini mampu menyelamatkan jutaan nyawa anak akibat dehidrasi karena diare. Penanganan yang tepat akan membantu pulihnya kesehatan si kecil. Jika dalam tiga hari kondisi si kecil tak kunjung membaik, segera bawa si kecil ke rumah sakit terdekat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2012/06/manfaat-oralit-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Demam Pada Anak</title>
		<link>http://bayibalita.com/2011/07/mengatasi-demam-pada-anak/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2011/07/mengatasi-demam-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 06:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinisuryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 1 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 4 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 5 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak demam]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[diobati]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[suhu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=1012</guid>
		<description><![CDATA[Demam merupakan gejala penyakit yang paling sering terjadi pada anak-anak. Saat anak demam, sering muncul pertanyaan di benak orang tua. Apakah harus selalu diobati ? Apakah demam dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh anak ?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/2010/10/kesiapan-anak-untuk-preschool/"><img class="alignleft size-full wp-image-1040" title="anak demam" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2011/07/anak-demam.jpg" alt="anak demam" width="300" height="200" /></a>Demam merupakan gejala <a title="Menghindari Penyakit Hati" href="http://mimbarjumat.com/archives/189" target="_blank">penyakit</a> yang paling sering terjadi pada anak-anak. Saat anak demam, sering muncul pertanyaan di benak orang tua. Apakah harus selalu diobati ? Apakah demam dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh anak ?</p>
<p>Dokter umumnya menyatakan bahwa jika anak terserang deman dengan suhu kurang dari 38°C maka kita tidak memerlukan <a title="Makanan Obat Sakit Ringan" href="http://pelangiku.com/2009/12/makanan-obat-sakit-ringan/" target="_blank">obat</a> untuk mengatasinya. Demam ini terjadi karena system pertahanan tubuh anak sedang bekerja melawan infeksi.</p>
<p>Hipertermia (suhu tinggi) akan menstimulasi produksi interferon (zat yang digunakan untuk menetralisir virus). Produksi interferon akan mencapai puncaknya pada hari ke 2-3 dan jika tidak gangguan dalam tubuh akan hilang dalam tiga hari.</p>
<p>Orangtua umumnya akan panik jika suhu badan bayinya mencapai 37,5°C, dan keadaan demam dapat berlangsung selama satu atau dua minggu. Jika suhu badan bayi mencapai 38°C, orangtua  harus segera mengambil tindakan.</p>
<p>Setiap anak akan memperlihatkan gejala yang berbeda-beda, ada bayi yang masih bertahan pada saat suhu badannya mencapai 39°C tetapi yang lainnya mungkin kehilangan kesadaran pada saat suhu badannya mencapai 38°C.</p>
<p><strong>Obat-obatan yang dapat digunakan</strong></p>
<p>Anak di bawah usia 14 tahun sebaiknya tidak diberikan antipiretik yang mengandung aspirin (asam asetilsalisilat). Zat aktif ini dapat menimbulkan perdarahan. Menurut beberapa penelitian, aspirin dapat menyebabkan kerusakan otak dan hati pada anak-anak. Dokter tidak menyarankan penggunaan analgetik (penahan sakit seperti aspirin) untuk menurunkan suhu pada anak-anak karena efek toksiknya pada tubuh.</p>
<p>Orangtua dapat memberikan obat yang mengandung parasetamol untuk menurunkan suhu badan anak-anak. Efek zat antipiretik (penurun panas) dalam bentuk supositoria (sediaan yang dimasukkan ke tubuh melalui anus) akan lebih lama dibandingkan zat tersebut dalam bentuk suspensi atau tablet.</p>
<p>Jika dalam bentuk sirup efeknya terjadi dalam waktu 20 menit setelah dikonsumsi sedangkan dalam bentuk supositoria efeknya akan terjadi dalam waktu 30-40 menit.</p>
<p>Jika kita akan memberikan obat penurun demam pada bayi dalam bentuk sirup, pilihlah obat yang tidak mengandung pewarna dan pewangi karena dapat menyebabkan <a title="Bayi Alergi Susu Sapi" href="http://bayibalita.com/2010/12/bayi-alergi-susu-sapi/" target="_blank">alergi</a>. Sebelum menggunakan obat sebaiknya konsultasi dengan dokter.</p>
<p><strong>Tindakan yang dapat dilakukan</strong></p>
<p>Jika bayi terkena demam yang tinggi maka kita dapat mengkompres tubuh bayi dengan kain yang telah dibasahi air. Pastikan bayi <a title="Terlalu Banyak Minum Susu, Amankah?" href="http://bayibalita.com/2010/08/terlalu-banyak-minum-susu-amankah/" target="_blank">minum</a> lebih banyak dan tingkat asupannya boleh melebihi 20-30% dari biasanya. Jangan selimuti tubuh bayi dengan kain yang tebal, gunakanlah baju piyama dan tutupi bayi dengan selimut tipis atau sprei.</p>
<p>Hindari memaksakan minum susu pada anak, biarkan dia memilih makanan yang diinginkannya. Jika demamnya semakin parah, kita dapat membungkus es dengan handuk atau popok dan letakkan di dahinya.</p>
<p>Dan ingatlah jangan diberikan obat, kompreslah untuk menurunkan suhunya kembali normal. Jika suhu badannya mencapai 39,5°C maka akan turun sampai suhu tidak lebih rendah dari 38°C.</p>
<p>Jika anak kita mempunyai gejala lain, segera hubungi dokter! Bantuan medis sangat diperlukan mendesak, jika :</p>
<ul>
<li>Dehidrasi: mata sayu, kencing berkurang atau popok kering, tidak ada air mata ketika menangis, selaput lendir di mulut kering, lidah kering, mengantuk yang parah, bau yang tidak sedap dari mulut.</li>
<li>Kram, ruam ungu atau mata memar.</li>
<li>Apatis, mengantuk, kurangnya respon jika bayi dibangun bayi.</li>
<li>Sakit kepala parah yang tidak dapat diatasi dengan analgetik dan antipiretik.</li>
<li>Muntah atau diare yang tidak terkendali (lebih dari 3-4 kali).</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2011/07/mengatasi-demam-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertolongan Pertama Pada Balita</title>
		<link>http://bayibalita.com/2011/06/pertolongan-pertama-pada-balita/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2011/06/pertolongan-pertama-pada-balita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 10:39:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinisuryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 1 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 3 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[Bermain kadang menyebabkan kecelakaan kecil. Pada saat terjadi kecelakaan ringan, kenali peristiwa secara detail, berikan pertolongan pertama dan segera bawa ke dokter dan terutama JANGAN PANIK!.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/2010/07/balita-susah-makan/"><img class="alignright size-full wp-image-873" title="pertolongan pertama" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2011/06/pertolongan-pertama.jpg" alt="pertolongan pertama" width="300" height="213" /></a>Bermain kadang menyebabkan kecelakaan kecil. Pada saat terjadi kecelakaan ringan, kenali peristiwa secara detail, berikan pertolongan pertama dan segera bawa ke dokter dan terutama JANGAN PANIK!.</p>
<ul>
<li>Memastikan apa yang ditelan dalam mulut<br />
Periksalah hingga ke dalam mulut. Jepitlah kedua belah pipi anak dengan jari dan bukalah mulutnya. Periksalah dengan tenang benda asing apa dan ada dimana.</li>
</ul>
<ul>
<li>Apabila sudah tertelan<br />
Jika benda asing yang tertelan itu masih tersisa dalam mulut, keluarkan perlahan-lahan dengan memasukkan jari. Ada kemungkinan benda yang tersisa terdorong sampai ke mulut bagian dalam, sangatlah berbahaya jika berusaha dengan paksa mengorek benda asing yang berada di mulut bagian dalam.<br />
Jika bisa untuk dimuntahkan, bukalah mulut anak lebar-lebar, tekan lidah yang terdapat di bagian paling dalam dan berusahalah membantu anak untuk memuntahkan benda tersebut. Jika tindakan tersebut menimbulkan gejala shock dan kejang-kejang segeralah bawa anak ke rumah sakit.</li>
</ul>
<ul>
<li>Apabila menyumbat tenggorokan<br />
Bukalah mulut anak dengan jari tengah dan telungkupkan anak. Gunakan telapak tangan, tepuklah-tepuklah dengan keras daerah antara tulang belikat sebanyak 5 kali. Usahakan tepukan mendorong ke arah atas. Segera bawa ke rumah sakit jika anak berwajah pucat atau susah bernafas.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2011/06/pertolongan-pertama-pada-balita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merawat Gigi Anak</title>
		<link>http://bayibalita.com/2011/06/merawat-gigi-anak/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2011/06/merawat-gigi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 08:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinisuryana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 1 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>
		<category><![CDATA[gigi balita]]></category>
		<category><![CDATA[merawat gigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Kesehatan gigi anak tidak kalah penting dari kesehatan badannya. Pada usia 0 – 7 tahun, anak mengalami beberapa fase dalam hal pertumbuhan gigi. Mulai dari tumbuh gigi susu hingga tumbuh gigi tetapnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/2010/08/jadwal-imunisasi-pada-bayi-balita/"><img class="size-full wp-image-820 alignright" title="gigi anak" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2011/05/gigi-anak.jpg" alt="gigi anak" width="300" height="240" /></a></p>
<p>Orang tua umumnya sangat memperhatikan jadwal imunisasi anak dan akan segera mengunjungi dokter bila muncul gejala kesehatan seperti demam, gatal – gatal atau diare. Tetapi jarang orang tua yang memperhatikan jadwal perawatan gigi pada anak – anak.</p>
<p>Kesehatan gigi anak tidak kalah penting dari kesehatan badannya. Pada usia 0 – 7 tahun, anak mengalami beberapa fase dalam hal pertumbuhan gigi. Mulai dari tumbuh gigi susu hingga tumbuh gigi tetapnya.</p>
<p>Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak .</p>
<ol>
<li>Sebelum gigi tumbuh, biasakan membersihkan lidah dan bagian dalam mulut anak dengan alat yang tersedia di pasaran atau anda dapat melapisi jari telunjuk dengan kasa steril yang dibasahi air putih matang, lalu usapkan dengan lembut pada lidah dan bagian dalam pipi anak.</li>
<li>Saat muncul gigi pertama, gunakan sikat gigi khusus yang terbuat dari karet yang lembut untuk menyikat giginya. Pada tahap ini jangan gunakan pasta gigi. Cukup disikat dengan lembut secara teratur minimal 2 kali sehari.</li>
<li>Setelah anak bisa meludah, perkenalkan dengan pasta gigi sesuai rasa kesukaannya. Pilih pasta gigi khusus untuk anak. Formulasinya dirancang sedemikian rupa sehingga tidak berbahaya jika tertelan oleh anak.</li>
<li>Jangan biasakan anak untuk meminum susu menjelang tidur, terutama susu yang mengandung gula.</li>
<li>Periksakan gigi anak anda secara teratur, sebaiknya setiap 6 bulan sekali.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2011/06/merawat-gigi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapan Memulai &#8220;Toilet Training&#8221;</title>
		<link>http://bayibalita.com/2010/10/kapan-memulai-toilet-training/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2010/10/kapan-memulai-toilet-training/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 00:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>foreverbeauty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[belajar ke toilet]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar toilet training]]></category>
		<category><![CDATA[tips latihan ke toilet]]></category>
		<category><![CDATA[Toilet training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang tua menganggap proses ini memakan waktu yang lama dan sulit. Tidak demikian halnya jika anak dan orang tua mempersiapkan diri sebelum memulai proses &#8220;Toilet Training&#8221;. Perhatikan kesiapan si kecil untuk memulai &#8220;Toilet Training&#8221;. Jika ia menolak, anda tak perlu memaksa hingga malah membuatnya trauma. Perhatikan hal-hal yang membuatnya nyaman atau tidak nyaman. Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2010/10/toilettraining.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-632" title="toilettraining" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2010/10/toilettraining-300x240.jpg" alt="" width="351" height="280" /></a>Sebagian orang tua menganggap proses ini memakan waktu yang lama dan sulit. Tidak demikian halnya jika anak dan orang tua mempersiapkan diri sebelum memulai proses &#8220;Toilet Training&#8221;.</p>
<p>Perhatikan kesiapan si kecil untuk memulai &#8220;Toilet Training&#8221;. Jika ia menolak, anda tak perlu memaksa hingga malah membuatnya trauma. Perhatikan hal-hal yang membuatnya nyaman atau tidak nyaman. Anda dapat tanyakan pendapat si kecil.</p>
<p>Kapan saat yang tepat untuk memulai &#8220;Toilet Training&#8221;?</p>
<ul>
<li>Anak sudah mencapai usia 18 &#8211; 30 bulan. Umumnya rata-rata anak mudah diajarkan menggunakan toilet di usia 24 bulan. Dibawah usia 24 bulan, umumnya si kecil belum bisa mengendalikan BAB dan BAK karena belum sepenuhnya menyadari fungsi tubuhnya.</li>
<li>Anak siap secara fisik dan mental, serta tidak dalam situasi yang &#8220;luar biasa&#8221; baginya, seperti baru pindah rumah, kelahiran adik baru atau pengasuh baru.</li>
<li>Anak sudah bisa tetap &#8220;kering&#8221; dalam waktu 2 jam atau lebih</li>
<li>BAK sekali atau dua kali sehari dalam jumlah yang lebih banyak, dibanding sebelumnya</li>
<li>Bisa menunjukkan jika ia ingin ke toilet dengan kata-kata atau bahasa tubuh</li>
<li>Sudah mampu menerima perintah sederhana</li>
<li>Mampu duduk dengan tenang dalam jangka waktu yang cukup lama</li>
<li>Mulai risih dengan celana yang basah atau kotor akibat BAK atau BAB</li>
</ul>
<p>Tip: Gunakan Toilet Seater untuk Balita sehingga ia nyaman duduk di atasnya dan untuk menghindari kecelakaan terjepit atau terperosok ke dalam kloset.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2010/10/kapan-memulai-toilet-training/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengajarkan Disiplin pada Anak 0 – 2 Tahun</title>
		<link>http://bayibalita.com/2010/07/mengajarkan-disiplin-pada-anak-0-%e2%80%93-2-tahun/</link>
		<comments>http://bayibalita.com/2010/07/mengajarkan-disiplin-pada-anak-0-%e2%80%93-2-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 08:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prettychance</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Balita cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas emosi]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan emosi]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayibalita.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana cara anda untuk menjaga agar batita anda tidak menghabiskan waktunya dengan menonton DVD? Berapapun usia anak anda, anda harus konsisten dalam hal disiplin. Jika orang tua tidak konsisten terhadap peraturan dan konsekuensi yang telah ditetapkan sebelumnya, janganlah berharap anak anda akan konsisten mentaatinya. Secara alamiah, bayi dan batita penuh dengan rasa ingin tahu. Oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2010/07/baby1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-234" title="baby" src="http://bayibalita.com/wp-content/uploads/2010/07/baby1.jpg" alt="" width="284" height="177" /></a>Bagaimana cara anda untuk menjaga agar batita anda tidak menghabiskan waktunya dengan menonton DVD? Berapapun usia anak anda, anda harus konsisten dalam hal disiplin. Jika orang tua tidak konsisten terhadap peraturan dan konsekuensi yang telah ditetapkan sebelumnya, janganlah berharap anak anda akan konsisten mentaatinya.</p>
<p>Secara alamiah, bayi dan batita penuh dengan rasa ingin tahu. Oleh karenanya, tindakan bijaksana yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah meminimalkan “godaan” bagi mereka, seperti TV, VCD player, dan perhiasan.Bahan-bahan kimia yang biasa digunakan sebagai permbersih serta obat-obatan harus disimpan jauh dari jangkauan mereka.</p>
<p>Ketika bayi atau batita anda mendekat ke obyek yang berbahaya, dengan tenang katakan “TIDAK”, pindahkan ia dari area tersebut atau alihkan perhatiannya dengan hal/aktivitas lain.</p>
<p>Hukuman “time out” dapat dikenakan pada batita anda. Anak yang suka memukul, menggigit atau melempar makanan harus diberitahu bahwa kelakuan mereka tidak dapat diterima dan dapat dihukum dengan “dikirim” ke tempat time out, misal : duduk di atas kursi makan atau di anak tangga terbawah, selama satu atau dua menit. Waktu time out yang lebih lama dari 1 – 2 menit tidak efektif untuk batita.</p>
<p>Sangatlah penting untuk TIDAK memukul atau menampar anak pada usia berapapun. Bbayi dan batita tidak dapat mengerti dan menyimpulkan hubungan antara kelakuan dan hukuman fisik yang mereka terima. Mereka hanya akan merasakan sakit karena pukulan tersebut.</p>
<p>Dan jangan lupa bahwa anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dari orang dewasa, dalam hal ini orang tuanya. Pastikan bahwa kelakuan anda memberikan teladan yang baik bagi anak anda. Anda akan memberikan kesan yang lebih kuat dengan meletakkan barang-barang anda pada tempatnya daripada hanya sekedar meminta anak anda untuk membereskan mainannya sementara barang-barang milik anda berserakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayibalita.com/2010/07/mengajarkan-disiplin-pada-anak-0-%e2%80%93-2-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
