Penyebab Anak Terlambat Bicara

January 22, 2013 Tumbuh Kembang

Sebagai orangtua terutama kaum Ibu yang sehari-hari mengasuh si kecil pasti khawatir jika buah hatinya mengalami keterlambatan bicara atau speech delay di usia 2 tahun ke atas. Anda tak perlu cemas berlebihan karena keterlambatan anak dalam berbicara bisa dilihat dari beberapa faktor. Misalnya faktor keturunan atau gangguan organ tubuh seperti gangguan otak atau pendengaran.

Tapi yang pasti, sikap tenang harus Anda miliki saat si kecil yang sudah menginjak usia 2 tahun belum lancar berbicara. Keterlambatan berbicara pada anak dianggap wajar selagi anak masih bisa merespon ucapan Anda dan menatap mata Anda saat berbicara. Biasanya, anak yang terlambat bicara disebabkan karena terlalu aktif  bergerak sehingga kurang fokus dan konsentrasi. Dalam istilah kedokteran anak yang terlambat bicara disebut Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHAD).

Menurut Psikolog Roslina Verauli, batas anak (terutama anak laki-laki) bisa berbicara lancar adalah usia 2 tahun 3 bulan. 3 hal yang harus Anda waspadai dari anak yang terlambat bicara adalah apabila si kecil yang pada usia di atas 2 tahun 3 bulan tidak dapat merespon komunikasi dua arah, anak tidak mengerti bahasa reseptif atau bahasa yang Anda gunakan dan anak tidak mengerti bahasa verbal yang Anda sampaikan.

Jika ketiga hal itu Anda temui pada si kecil. Cobalah beberapa langkah berikut ini.

1. Bawalah anak Anda ke dokter spesialis, psikiater atau psikolog, konsultasikan masalah Anda dan kemungkinan anak Anda akan menjalani terapi bicara.

2. Biarkan si kecil berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Bermain dengan teman sebayanya akan memperkaya kosa kata anak karena bermain memerlukan komunikasi.

3. Jangan biarkan anak terlalu lama menonton televisi atau film anak-anak. Gambar-gambar yang menarik perhatiannya akan membuat anak menjadi pasif.

4. Meski anak belum lancar bicara, jangan malas untuk mengajaknya berkomunikasi. Karena anak-anak dengan problem terlambat bicara memerlukan stimulus yang terus-terusan dilakukan.

5. Ajarkan anak untuk mengucapkan kosa kata yang benar. Misalnya, makan bukan maem. Minum bukan mimi atau num. Susu bukan cucu dan sebagainya.

6. Jangan keburu memberikan label speech delay pada anak sebelum usianya 5 tahun. Anak baru bisa dikatakan mengalami keterlambatan bicara saat usianya di atas 5 tahun.

7. Bersabarlah hingga anak berusia 3 tahun untuk mengetahui apakah anak mengalami keterlambatan bicara. Jika masih di bawah usia 3 tahun, Anda hanya perlu melakukan stimulus kepada anak dengan cara sering melakukan komunikasi dengannya.

Related Posts with Thumbnails

Tags:



Related Post

Leave a Reply