Masalah Kesehatan Umum pada Bayi

July 22, 2011 Balita 1 tahun, Bayi, Tumbuh Kembang

masalah kesehatanAda beberapa masalah kesehatan yang umum terjadi pada bayi anda. Tidak perlu khawatir, berikut ini masalah kesehatan yang umum beserta cara penanggulangannya.

  1. Masalah kulit kering dan lecet
    Kesehatan kulit bayi merupakan salah satu tanda yang paling mudah terlihat dalam hal kesehatan bayi. Kita harus memberikan perhatian yang lebih terhadap masalah kulit. Kulit bayi akan mudah kering sehingga perlindungan terhadap efek-efek berbahaya akan semakin berkurang. Cara yang dapat dilakukan adalah

    • Mengatur suhu dan kelembaban dalam rumah
    • Lindungi bayi dari hembusan angin
    • Jaga kulit bayi supaya tetap lembab. Gunakan krim bayi, lotion atau oil untuk menjaga kelembaban kulit bayi.

    Gesekan dapat terjadi di antara pakaian dan kulit bayi. Ini dapat terjadi pada daerah ketiak atau lipatan pantat bayi. Cara mengatasinya adalah

    • Keringkan kulit bayi setelah mandi dan berikan perhatian khusus pada daerah lipatannya
    • Hindari penggunaan bahan kain yang kasar, keset dan ketat
    • Gunakan bedak atau krim pada kulit bayi untuk mengurangi gesekan
    • Menghindari biang keringat
    • Jangan biarkan bayi kita kepanasan yang disebabkan oleh pakaian atau suhu ruangan
    • Pastikan pakaian yang digunakan cukup longgar
    • Bersihkan bayi dari keringat yang berlebihan
  2. Ruam susu dan ruam popok
    • Gantilah popok sesering mungkin
    • Bersihkan pantat bayi menggunakan kain penyeka yang lembut dan keringkan lipatannya setiap kali mengganti popok
    • Bersihkan pantat bayi dengan mengusap dari depan ke belakan untuk menjauhkan kotoran dari daerah kemaluan dan menghindari infeksi
    • Gunakan krim pelindung untuk melindungi kulit bayi
    • Gunakan pelapis popok atau popok sekali pakai supaya kulit bayi tetap kering
    • Cuci popok hingga bersih supaya semua deterjennya hilang

    Titik-titik putih kecil yang timbul pada wajah, leher dan dada bagian atas sangat umum terjadi pada bayi yang diberi ASI. Tipe ruam ini normal dan akan hilang tanpa perawatan apapun.

    Penggunaan popok dapat menyebabkan lembab pada kulit yang bersentuhannya. Daerah yang lembab dapat memicu pertumbuhan bakteri. Ruam popok dapat terjadi karena lecet yang disebabkan gesekan antara popok dengan kulit bayi. Cara yang dapat dilakukan mengatasinya adalah

  3. Awas guncangan keras
    Shaken Baby Syndrome adalah cedera yang diakibatkan guncangan keras. Bagian yang paling parah akibat goncangan tersebut adalah otak. Hal ini terjadi karena pada saat bayi digoncangkan, otak dan tulang tengkorak bergerak ke arah yang berlawanan dan terjadi berulang kali. Kerusakan dapat terjadi pada pembuluh darah halus yang menimbulkan perdarahan. Jika perdarahan terjadi pada otal atau retina mata maka bayi akan mengalami kebutaan, kelumpuhan, serangan jantung, retardasi mental sampai kematian. Gejala yang dapat terlihat pada Shaken Baby Syndrome adalah pembengkakan di bawah selaput otak dan perdarahan pada retina mata. Goncangan yang keras sering dilakukan pada saat orangtua panik untuk menenangkan tangisan bayinya. Orangtua atau pengasuh bayi disarankan untuk menenangkan diri terlebih dahulu jika semua upaya untuk menenangkan bayi telah dilakukan tetapi bayi tetap menangis.
  4. Bayi suka menghisap jari
    Bayi mulai melakukan penghisapan jari pada usia kurang dari 3 bulan. Bayi yang menetek cenderung tidak menghisap jari dibandingkan bayi yang diberi susu menggunakan botol. Hal ini dikarenakan bai harus menyedot susu dari buah dada ibunya lebih keras dibandingkan menyedot susu dari botol. Setiap bayi dilahirkan dengan reflex menyusu, jika waktu menetek bayi terlalu singkat maka bayi akan mulai menghisap jari-jarinya karena ada perasaan yang kurang puas dari diri si bayi.Kita harus mengetahui gejala-gejala pada bayi yang akan menghisap jari-jarinya supaya dapat dicari cara mengatasinya. Jika lubang dot yang digunakan terlalu besar maka botol akan cepat kosong sekitar 10 menit. Setiap bayi membutuhkan waktu 15 menit untuk menghisap sehingga dia akan mulai menghisap jari-jarinya disisa waktu yang ada. Jika hal ini terjadi maka kita perlu menggunakan dot dengan lubang yang kecil.Penghisapan jari-jari tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan gigi bayi jika kebiasaan menghisap bisa berhenti sebelum fasa pertumbuhan gigi. Kebanyakan anak menghisap jari sampai berusia 2-3 tahun dan hampir semua anak berhenti menghisap pada usia 5-6 tahun.
Related Posts with Thumbnails

Tags: , , , , , , ,



Related Post

Leave a Reply