Tips Merawat Gigi Balita

December 14, 2010 Balita 5 tahun


Walaupun gigi susu hanya bersifat sementara, namun kebersihan dan kesehatannya tetap harus diperhatikan, terutama oleh para orang tua.

Kehilangan dini gigi susu pada anak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan wajah, tulang rahang dan oklusi gigi geligi, yang berarti kehilangan keseimbangan struktur, efisiensi pengunyahan dan keharmonisan wajah. Pada umumnya kehilangan gigi pada anak terjadi karena karies yang tidak dirawat atau dapat juga karena trauma dan pada beberapa kasus benihnya memang tidak ada.

Agar anak senang menyikat gigi, kegiatan tersebut perlu dimulai sedini mungkin. Konsistensi orang tua juga sangat membantu hingga balita terbiasa. Berikut Tip Membersihkan gigi Balita:

1. Orang tua sudah harus membersihkan gigi anak sedini mungkin, bahkan ketika masih berusia beberapa bulan saat gigi belum mulai muncul. Anda bisa menggunakan spons halus basah, yang berfungsi sebagai sarung tangan, untuk mengelap dan memijat gusi bayi dua kali sehari. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut dan membiasakan anak dengan perawatan mulut. Setelah gigi susu pertama muncul, gunakan sikat gigi halus dan air biasa untuk menyikat gigi. Saat mandi merupakan saat yang tepat untuk memperkenalkan kegiatan membersihkan gigi dan peralatannya pada anak. Anak kecil cenderung suka memasukkan segala sesuatu yang dipegangnya. Cobalah beri dia sikat gigi bersikat lembut dan berkepala kecil agar dia mulai mengenal sikat gigi dan membiasakan mulutnya merasakan sikat gigi.

2. Selain cara menyikat gigi yang benar, posisi orang tua dalam membantu anak menggosok gigi juga penting untuk diperhatikan. Jika anak masih terlalu kecil, ia dapat dibaringkan di meja bayi atau di sofa dan kepalanya dipangkuan orang tua bila anak lebih besar. Pada dasarnya jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai hal yang menyenangkan bagi si anak.

3. Jangan gunakan pasta gigi sampai anak bisa belajar untuk meludahkan busanya (kira-kira 18 bulan), setelah itu gunakan sedikit saja (kira-kira sebesar kacang) namun tetap awasi penggunaannya. Bila memakan terlalu banyak pasta gigi maka akan membahayakan kesehatannya.

4. Sikat gigi (baik yang biasa maupun yang elektrik) sebaiknya diganti setiap bulan, atau segera setelah bulu sikatnya tampak mekar dan rusak. Periksalah sikat gigi ini jika anak Anda menderita sakit, karena bakteri dapat tinggal pada gigi selama berminggu-minggu.

5. Mulailah menyikat gigi dari bagian geraham bagian luar kemudian bagian dalam, dengan gerakan ke depan dan belakang. Setelah itu sikat bagian atas gigi, bagian dalam kemudian gigi. Ulangi gerakan seperti itu secara perlahan (suruh anak sambil menghitung sampai sepuluh dalam hati). Setelah itu bersihkan bagian depan gigi dengan gerakan memutar secara perlahan.

6. Awasi aktivitas menyikat gigi sampai anak berusia tujuh atau delapan tahun karena biasanya anak tidak mengetahui cara menyikat gigi yang benar dan konsekuensinya bila tidak menyikat gigi dengan benar.

7. Banyak orang tua yang mengira perawatan gigi anak baru dilakukan setelah gigi pertamanya tumbuh. Perawatan gigi yang benar dan sehat sebenarnya dimulai saat anak belum lahir. Bila sang ibu memiliki mulut yang penuh bakteri, maka sang ibu akan menulari bayinya yang belum lahir. Karena itu, ibu yang sedang mengandung sebaiknya juga menjaga kesehatan mulut dan giginya sendiri.

Related Posts with Thumbnails

Tags: , , ,



Related Post

Leave a Reply