Alergi Makanan Pada Bayi

August 24, 2010 Bayi

Alergi Makanan Pada Bayi

Alergi Makanan bisa menyebabkan reaksi yang bermacam-macam, mulai dari reaksi ringan sampai reaksi yang mengancam nyawa, kata Dr Christopher Healy, seorang dokter spesialis anak dan spesialis alergi imunologi. Reaksinya sering muncul dalam waktu satu jam sejak anak menelan makanan yang merupakan alergennya.

Kulit, saluran pernafasan, saluran pencernaan dan sistem kardiovaskular dapat terpengaruh semua.
Jumlah orang didiagnosis dengan alergi makanan terus meningkat, meskipun demikian, para peneliti tidak yakin apa sebabnya. Tapi yang mereka tahu, bahwa beberapa anak mungkin beresiko tinggi memiliki alergi. Sejarah alergi pada keluarganya merupakan faktor risiko yang paling signifikan, diikuti oleh paparan awal untuk makanan alergennya.
Tidak ada obat untuk alergi makanan dan tidak ada pengobatan nyata. “Menghindari makanan tertentu adalah satu-satunya cara mencegahnya,” kata Dr Healy.
Pada bayi, gejala pertama alergi yang dapat diperhatikan adalah sering munculnya eksim pada kulit. Bayi yang alergi mungkin juga kolik atau mengalami gangguan saluran pencernaan seperti muntah-muntah.
Ketika dokter anak Anda menduga adanya alergi makanan, langkah berikutnya adalah dilakukannya tes alergi. Menurut Dr Healy, pengujian alergi dapat dilakukan pada usia berapa pun. Hal ini biasanya melalui uji tusuk kulit. Untuk tes, setetes kecil alergen ditusukkan di punggung bayi untuk diamati reaksinya. Selain itu, tes darah, disebut RAST, juga dapat digunakan. “Ditambah dengan sejarah keluarga yang lengkap, tes kulit dan mungkin tes darah, cukup untuk dapat mendiagnosis alergi makanan,” kata Dr Healy.
Diagnosis dini merupakan hal yang baik, kata Debra Indorato, seorang ahli diet ternama di Chesapeake, spesialis alergi makanan. Alergi makanan dapat dikurangi, dan menghindari penyebab alergi secara ketat juga membantu meningkatkan kesembuhan. “Begitu anak menginjak usia 4 tahun, mereka menunjukkan peningkatan yang signifikan,” kata Indorato.
Ada pertimbangan khusus ketika bayi menderita alergi makanan. Misalnya, jika Anda menyusui, biasanya Anda harus berdiet, karena adanya protein yang ditransfer dari makanan ke dalam ASI. Seiring pertumbuhan bayi Anda, jumlah dan jenis makanan pun tetap harus dijaga.
Selain itu, penting untuk belajar membaca label pada semua jenis produk rumah tangga, tidak hanya makanan, karena anak-anak dapat bereaksi terhadap unsur-unsur yang terkandung biarpun sekecil apapun.
Menjaga bayi Anda dari makanan yang membuat dia alergi bisa menjadi lebih sulit dari yang Anda bayangkan. “Ini sangat sulit, terutama di tempat umum, ketika anak-anak kecil berinteraksi bersama-sama temannya,” kata Indorato. Si bayi dapat mengambil gelas atau botol temannya. Jika anak Anda alergi susu dan teman bermainnya habis minum susu dan menetes ke dagunya, akan sangat berbahaya apabila sampai dicium oleh anak Anda.
Orang tua harus mempelajari gejala reaksi dan tahu apa yang harus dilakukan jika reaksi terjadi. Beberapa gejala reaksi termasuk gatal-gatal, sesak nafas, muntah dan diare.
Akhirnya, penting untuk diingat bahwa bukan hanya orang tua yang perlu tahu informasi tentang alergi makanan anak Anda. Kakek dan neneknya, pengasuh anak dan siapa pun yang terlibat dengan anak Anda perlu memahami apa alergi makanannya dan bagaimana menjaga bayi tetap aman. “Bukan hanya timbulnya ruam,” kata Dr Healy. “Alergi makanan juga berpotensi mengancam kehidupan.”

Related Posts with Thumbnails

Tags: , , ,



Related Post

Leave a Reply