Bermain Merangsang Perkembangan Indera Balita

July 10, 2010 Tumbuh Kembang

Permainan yang menyenangkan akan semakin bernilai bila tak sekadar untuk hiburan semata, tapi juga bisa membantu perkembangan indera balita. Perkembangan indera yang sesuai dengan umur dapat merangsang kecerdasan emosi anak yang sangat diperlukan saat dewasa kelak.

Pilihan jenis mainan atau permainan yang membantu tumbuh dan kembang anak secara optimal adalah yang dapat menumbuhkan daya kreasi anak dan membantunya mengekpresikan perasaannya.

Setelah memasuki usia 4 bulan, bayi pada umumnya sudah memiliki kebutuhan akan mainan. Karena pada usia tersebut bayi sudah mampu menggenggam tangkai mainan, dapat merasakan sensasi ketika mainan tersebut menyentuh punggung tangannya atau ujung-ujung jarinya. Bayi pun sudah mulai belajar menggapai benda atau mainan yang ada di hadapannya. Rangsangan tersebut semakin besar jika pilihan mainan merangsang inderanya, seperti warna yang menarik, bentuk yang disesuaikan dengan fisik dan perkembangan motorik anak serta bunyi-bunyian atau music yang menarik.

Lalu bagaimana cara memilih mainan atau permainan yang dapat merangsang indera balita? Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil:

  • Sesuaikan mainan dengan jenis kelamin balita. Secara tidak langsung mainan akan membentuk karakter anak. Namun sesekali saat menemai anak bermain, lakukan permainan peran sehingga anak belajar memahami karakter pria dan wanita. Misalnya bermain masak-masakan dengan anak laki-laki dan bermain mobil-mobilan dengan anak perempuan.
  • Ajarkan kegiatan yang mengasah kreatifitas anak dengan membuat mainan sendiri, seperti boneka tangan dari kaus kaki, bermain lilin warna warni atau cat air. Bebaskan anak berkreasi dan berimajinasi, beri dukungan dan semangat, serta tunjukan penghargaan anda atas usahanya.
  • Untuk balita yang lebih muda, mainan gantung sangat baik dalam merangsang perkembangan indera penglihatan.
  • Pilihan mainan yang memiliki suara lembut, atau mainan music dapat membantu indera pendengaran bayi. Selain itu dapat mengenalkan balita pada pada music sejak dini. Pilih mainan yang tidak bersuara keras, karena dapat merusak pendengaran anak.
  • Untuk merangsang indera peraba, pilihkan boneka berbulu halus. Perhatikan bulu boneka tidak mudah rontok. Cuci sesering mungkin untuk menghindari debu dan kuman.
  • Satu hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan mainan kepada anak adalah petunjuk batas usia yang tertera pada kemasan. Mainan yang tidak sesuai usia dapat membahayakan anak. Perhatikan segi keamanan sebelum memberikan hadiah mainan kepada balita.

Referensi: Medhus E, “Raising Independent Childreen”, 2005.

Related Posts with Thumbnails

Tags: , , , ,



Related Post

Leave a Reply